BOJONEGORO – Guna memastikan kelancaran arus kendaraan dan menekan angka pelanggaran di jalan raya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro terus mengoptimalkan pemantauan lalu lintas secara real-time melalui Ruang Area Traffic Control System (ATCS). Melalui fasilitas teknologi ini, petugas Dishub bersiaga memantau kondisi berbagai persimpangan strategis di wilayah Bojonegoro sekaligus memberikan imbauan langsung kepada para pengguna jalan.

Pantauan Terintegrasi untuk Keselamatan Bersama

Keberadaan ATCS tidak hanya berfungsi untuk mengatur durasi lampu lalu lintas guna mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penegakan kedisiplinan. Petugas di ruang kontrol dapat memantau secara visual aktivitas di persimpangan dan menegur pelanggar melalui pengeras suara (CCTV Voice Announcer) yang terpasang di titik-titik lampu merah.

Dalam pemantauan rutin yang dilakukan, Dishub Kabupaten Bojonegoro kembali menekankan sejumlah aturan krusial yang wajib dipatuhi oleh seluruh pengendara demi keselamatan bersama:

  • Penggunaan Helm Berstandar (SNI): Pengendara dan penumpang kendaraan roda dua diwajibkan selalu mengenakan helm berstandar secara benar (diklik). Helm merupakan pelindung utama untuk meminimalisasi fatalitas apabila terjadi kecelakaan.

  • Gunakan Sabuk Pengaman (Seatbelt): Bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat, penggunaan sabuk pengaman adalah hal mutlak yang tidak boleh diabaikan demi keselamatan perlindungan diri di dalam kabin.

  • Roda Empat Dilarang Masuk RHK: Ruang Henti Khusus (RHK)—area bergaris merah di persimpangan lampu lalu lintas—diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda dua. Pengendara roda empat diimbau untuk tertib berhenti di belakang garis RHK agar sirkulasi lalu lintas roda dua di persimpangan berjalan optimal.

  • Patuhi Rambu dan Peraturan Lalu Lintas: Pengendara diminta untuk tidak menerobos lampu merah, tidak melawan arus, dan selalu memperhatikan marka jalan.

"Teknologi ATCS sangat membantu kami dalam mengawasi dan mengedukasi masyarakat secara langsung. Namun, kelancaran dan keselamatan lalu lintas sejatinya bermula dari kesadaran masing-masing individu. Mari ciptakan budaya berlalu lintas yang tertib, saling menghargai, dan selalu patuhi peraturan demi keselamatan kita bersama," imbau petugas operator ATCS Dishub Bojonegoro.

Melalui upaya monitoring dan edukasi berkelanjutan ini, Dinas Perhubungan berharap kedisiplinan masyarakat Bojonegoro dalam berlalu lintas dapat semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.


By Admin
Dibuat tanggal 20-08-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
47 %
Puas
6 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
47 %